Saturday, 14 October 2017

Satgas waspada investasi gtis forex


Jumlah korban penipuan bisnis dan investasi terus berjatuhan. Sayangnya, keberadaan bisnis-bisnis tipuan yang ditawarkan dengan aneka modus, layaknya peluang bisnis atau investasi legal, sering terlambat diketahui atau diberantas. Kasus-kasus penipuan baru terungkap setelah ramai diberitakan atau telah menimbulkan kerugian besar. Lebih parah lagi, tak terbilang korban bisnis penipuan tidak melaporkan kasusnya karena malu atau malas berurusan dengan pihak berwajib. Para penipu pun menjadi lebih leluasa menjaring korban-korban berikutnya. Apa yang harus dilakukan Selain menegakkan berbagai aturan hukum, langkah penting programa de lainnya adalah sosialisasi yang gencar di kalangan masyarakat. Penipuan bisnis tidak hanya menyasar kelompok masyarakat pinggiran, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi, mapan dan berkarir baik. Siapapun tidak terlepas dari peluang terjerat sindikat penipuuan bisnis dan investasi. Satgas Waspada Investasi yang merupakan gabungan dari 9 instansi pemerintah, tak henti membuat terobosan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya meningkatkan pengetahuan modus-modus terkini yang sering digunakan para penipu menguras harta korbannya. Dalam workshop Satgas Waspada Investasi yang dilangsungkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (Jumat 1312), sejumlah pembicara em Berbagai lembaga dan kementerian terkait memaparkan fakta-fakta yang mencengangkan tentang kelihaian dan kecanggihan para penipu masa kini. Para penipu bisa menyamar dengan aneka modus MLM. Peluang bisnis, jual beli online, bisnis investasi emas. Asuransi fiktif, investasi fiktif, investasi koperasi ilegal dan sebagainya. Aneka modus penipuan ini bisa menyasar korban secara halus baik dengan pendekatan langsung maupun melalui dunia online, termasuk aneka jenis arisan berantai (tipuan pyramid atau phonzi). Oficina de Ratusan peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait kasus-kasus penipuan yang terkini yang sebagian besar tidak jelas penyelesaiannya. Jóias Rayhann, Gold Bullion Indonésia, GTIS, dan lain-lain pun mengemuka di tengah diskusi. Meskipun pemateri tidak membahas secara detalhe kasus-kasus yang tengah terjadi saat ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa masyarakat perlu berhati-hati bila ada penawaran bisnis yang terlalu mudah dilaksanakan dan menawarkan keuntungan yang tinggi. Sebaiknya masyarakat tidak mudah percaya, melainkan bertanya untuk mengetahui lebih lanjut. Ditekankan pula bahwa kepemilikan NPWP atau SIUP bukanlah tanda legalitas suatu usaha. Selain itu, bisnis investasi yang resmi seharusnya dilengkapi dengan perizinan dari lembaga pemerintah terkait seperti Banco Indonésia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapebti) dan lain-lain. Anda curiga atau telah tertipu suatu tawaran investasi bisnis Klik di sini ungkukan informasi atau permasalahan Anda. Satgas Waspada Investasi merupakan gabungan setidaknya 9 lembaga dan kementerian terkait seperti POLRI, Kejaksaan, Kementerian Perdagangan, Pusat Pelaporan e Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Banco Indonésia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Komunikasi de Informasi, Serta Badan Koordinasi Mod Mod (BKPM). Artikel Terkait LainnyaJumlah korban penipuan bisnis dan investasi terus berjatuhan. Sayangnya, keberadaan bisnis-bisnis tipuan yang ditawarkan dengan aneka modus, layaknya peluang bisnis atau investasi legal, sering terlambat diketahui atau diberantas. Kasus-kasus penipuan baru terungkap setelah ramai diberitakan atau telah menimbulkan kerugian besar. Lebih parah lagi, tak terbilang korban bisnis penipuan tidak melaporkan kasusnya karena malu atau malas berurusan dengan pihak berwajib. Para penipu pun menjadi lebih leluasa menjaring korban-korban berikutnya. Apa yang harus dilakukan Selain menegakkan berbagai aturan hukum, langkah penting programa de lainnya adalah sosialisasi yang gencar di kalangan masyarakat. Penipuan bisnis tidak hanya menyasar kelompok masyarakat pinggiran, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi, mapan dan berkarir baik. Siapapun tidak terlepas dari peluang terjerat sindikat penipuuan bisnis dan investasi. Satgas Waspada Investasi yang merupakan gabungan dari 9 instansi pemerintah, tak henti membuat terobosan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya meningkatkan pengetahuan modus-modus terkini yang sering digunakan para penipu menguras harta korbannya. Dalam workshop Satgas Waspada Investasi yang dilangsungkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (Jumat 1312), sejumlah pembicara em Berbagai lembaga dan kementerian terkait memaparkan fakta-fakta yang mencengangkan tentang kelihaian dan kecanggihan para penipu masa kini. Para penipu bisa menyamar dengan aneka modus MLM. Peluang bisnis, jual beli online, bisnis investasi emas. Asuransi fiktif, investasi fiktif, investasi koperasi ilegal dan sebagainya. Aneka modus penipuan ini bisa menyasar korban secara halus baik dengan pendekatan langsung maupun melalui dunia online, termasuk aneka jenis arisan berantai (tipuan pyramid atau phonzi). Oficina de Ratusan peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait kasus-kasus penipuan yang terkini yang sebagian besar tidak jelas penyelesaiannya. Jóias Rayhann, Gold Bullion Indonésia, GTIS, dan lain-lain pun mengemuka di tengah diskusi. Meskipun pemateri tidak membahas secara detalhe kasus-kasus yang tengah terjadi saat ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa masyarakat perlu berhati-hati bila ada penawaran bisnis yang terlalu mudah dilaksanakan dan menawarkan keuntungan yang tinggi. Sebaiknya masyarakat tidak mudah percaya, melainkan bertanya untuk mengetahui lebih lanjut. Ditekankan pula bahwa kepemilikan NPWP atau SIUP bukanlah tanda legalitas suatu usaha. Selain itu, bisnis investasi yang resmi seharusnya dilengkapi dengan perizinan dari lembaga pemerintah terkait seperti Banco Indonésia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapebti) dan lain-lain. Anda curiga atau telah tertipu suatu tawaran investasi bisnis Klik di sini ungkukan informasi atau permasalahan Anda. Satgas Waspada Investasi merupakan gabungan setidaknya 9 lembaga dan kementerian terkait seperti POLRI, Kejaksaan, Kementerian Perdagangan, Pusat Pelaporan e Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Banco Indonésia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Komunikasi de Informasi, Serta Badan Koordinasi Mod Mod (BKPM). Artikel Terkait Lainnya

No comments:

Post a Comment